Program Polisi Peduli Pengangguran atau yang populer dengan singkatan Poliran kini kembali menjadi perhatian publik sebagai salah satu inovasi strategis yang pernah digagas oleh Jenderal Suyudi Ario Seto. Inisiatif ini dihadirkan untuk memberikan kontribusi nyata dari kepolisian dalam memperkuat pilar ketahanan pangan nasional secara komprehensif.
Gagasan program Poliran tersebut secara langsung dirancang untuk mendukung arah kebijakan strategis yang diusung oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sektor ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama dalam agenda pembangunan pemerintah saat ini.
Mengenang rekam jejaknya, gagasan Poliran ini pertama kali diinisiasi oleh Jenderal Suyudi Ario Seto sewaktu dirinya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Banten. Dalam kepemimpinannya di Polda Banten, ia melihat peluang besar untuk menghubungkan potensi masyarakat dengan kebutuhan pemanfaatan lahan pertanian.
Pada saat menjelaskan mengenai esensi program tersebut, Jenderal Suyudi menyampaikan bahwa jajaran Polri berupaya mengerahkan potensi masyarakat secara langsung agar mereka dapat mengambil peran aktif di sektor pertanian. Langkah ini ditujukan untuk merangkul warga yang belum memiliki pekerjaan tetap agar lebih produktif.
Salah satu fokus utama dari pengoperasian program Poliran di lapangan adalah pelaksanaan kegiatan penanaman benih jagung. Jagung dipilih sebagai komoditas penting yang memiliki nilai strategis tinggi dalam mendukung ketersediaan pangan serta menopang stabilitas bahan pokok di tingkat daerah maupun nasional.
Menurut pemaparan Jenderal Suyudi kala bertugas di Banten, kegiatan penanaman benih jagung tersebut merupakan program unggulan Polri yang dikembangkan agar selaras dan searah dengan kebijakan Presiden. Pendekatan ini menunjukkan komitmen institusi kepolisian dalam mendukung program prioritas negara.
Melalui keterlibatan aktif warga dalam penanaman jagung dan pengelolaan lahan pertanian, program Poliran berhasil mengintegrasikan aspek penanggulangan pengangguran dengan penguatan produksi pangan. Skema pemberdayaan ini menjadi instrumen efektif dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat bawah.
Dampak positif dari keberadaan program Polisi Peduli Pengangguran ini pun menjadi bukti nyata bagaimana institusi kepolisian dapat berkontribusi di luar tugas konvensional. Program Poliran terus dipandang sebagai model pemberdayaan masyarakat yang relevan untuk mendukung keberlanjutan ketahanan pangan nasional.
Sumber: News – Detikcom







