Internasional

Hakim Afsel Raih Nobel Perdamaian, Israel Tuding Kebohongan Terbesar

×

Hakim Afsel Raih Nobel Perdamaian, Israel Tuding Kebohongan Terbesar

Sebarkan artikel ini

Israel mengecam keras penganugerahan hadiah Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada hakim Mahkamah Internasional (ICJ) asal Afrika Selatan (Afsel), Navi Pillay. Israel menyatakan penghargaan tersebut melegitimasi kebencian terhadap Israel. Dalam unggahan X resminya seperti dilansir AFP, Jumat (9/10/2026), Kementerian Luar Negeri Israel menuding Navi Pillay berperan dalam demonisasi Israel yang brutal dan bermotif politik, serta propaganda kebohongan genosida.

"Jika ada penghargaan untuk kebohongan, kebencian, dan fitnah darah (blood libel), Navi Pillay tidak sekadar menjadi pesaing. Ia akan menjadi kandidat utamanya," tulis Kementerian Luar Negeri Israel. Israel juga menyebut anugerah Nobel Perdamaian itu bukanlah sebuah pengakuan atas keadilan.

Israel menyebut hal itu merupakan legitimasi kebencian dan prasangka anti-Israel. "Kini, setelah Komite Nobel memberi penghargaan atas kebohongan terbesar pada abad ke-21 ini, Joseph Goebbels tentu sedang bertepuk tangan dari neraka," ujarnya. Pillay memiliki rekam jejak terkemuka dengan pernah memimpin pengadilan genosida Rwanda dan tahun lalu, memimpin komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menuduh Israel melakukan genosida di Jalur Gaza.

Dia juga menjadi hakim dalam kasus tuduhan genosida di Myanmar. Ketua Komite Nobel Norwegia di Oslo, Jorgen Watne Frydnes, seperti dilansir AFP, Jumat (9/10/2026), menyebut sosok Pillay telah berperan "sangat penting dalam memastikan bahwa kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida diadili". Pillay memimpin Komisi Penyelidikan Internasional Independen (COI) pada PBB, yang tidak berbicara atas nama badan dunia tersebut.

Tahun lalu, komisi tersebut menyimpulkan bahwa genosida sedang terjadi di Jalur Gaza. Video Surat Wasiat Ini Jadi Patokan Memilih Peraih Nobel Perdamaian Video Surat Wasiat Ini Jadi Patokan Memilih Peraih Nobel Perdamaian\n\nIsrael mengecam keras penganugerahan hadiah Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada hakim Mahkamah Internasional (ICJ) asal Afrika Selatan (Afsel), Navi Pillay. Video Surat Wasiat Ini Jadi Patokan Memilih Peraih Nobel Perdamaian Video Surat Wasiat Ini Jadi Patokan Memilih Peraih Nobel Perdamaian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

Thailand – Fenomena plankton bloom mengubah warna air laut di Koh Lan, Thailand menjadi hijau. Peristiwa alam ini mengancam kelangsungan hidup ekosistem laut. Pemandangan udara memperlihatkan air laut yang berubah warna menjadi hijau di kawasan Koh Lan, Pattaya, Provinsi Chonburi, Thailand, Kamis (1/10/2026). REUTERS/Athit Perawongmetha…

Internasional

Presiden UEA Mohamed bin Zayed (MBZ) dikonfirmasi telah bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Uni Emirat Arab. Mereka membahas terkait hubungan bilateral kedua negara. "Kedua belah pihak membahas hubungan bilateral antara UEA dan Israel serta cara-cara untuk memperkuat dan mengembangkannya," kata pernyataan Emirates…

Internasional

Malaysia tengah berduka. Dr Siti Hasmah, istri dari mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, menghembuskan napas terakhirnya di usia 100 tahun. Kabar berpulangnya Siti Hasmah awalnya dikonfirmasi oleh putranya, Mokhzani Mahathir, saat dihubungi kantor berita Bernama pada Senin (28/9) waktu setempat. Siti Hasmah meninggal…