Teknologi

Mengenal Rudal Tua S-125 Neva/Pechora Uni Soviet yang Berhasil Menembak Jatuh Jet Siluman F-117 AS

×

Mengenal Rudal Tua S-125 Neva/Pechora Uni Soviet yang Berhasil Menembak Jatuh Jet Siluman F-117 AS

Sebarkan artikel ini

Sejarah militer dunia mencatatkan peristiwa monumental ketika pesawat jet siluman canggih milik Amerika Serikat, F-117 Nighthawk, berhasil dilumpuhkan oleh sistem pertahanan udara era Perang Dingin. Pesawat yang dirancang khusus untuk tidak terdeteksi oleh radar musuh tersebut dapat ditumbangkan oleh rudal tua buatan Uni Soviet bernama S-125 Neva/Pechora.

Berdasarkan catatan teknis yang dilansir dari laman Polish Aviation Museum, S-125 Pechora/Neva merupakan sistem rudal pertahanan udara permukaan-ke-udara yang dikembangkan oleh Biro Desain-1 atau KB-1 Uni Soviet. Senjata pertahanan darat ini secara resmi mulai masuk dan dipergunakan dalam dinas militer pada bulan Maret 1961.

Awal mula pengembangan sistem persenjataan S-125 dipicu oleh perubahan taktik penerbangan militer pada akhir dekade 1950-an dan awal 1960-an. Pada era tersebut, pesawat-pesawat tempur mulai beradaptasi dengan menerbangkan armada mereka pada ketinggian yang sangat rendah demi menghindari deteksi radar sistem pertahanan darat lawan.

Sebelum kehadiran S-125, Uni Soviet sebenarnya telah memiliki dan mengoperasikan sistem rudal pertahanan udara utama seperti S-25 dan S-75. Namun, kedua sistem pendahulu tersebut dirancang khusus untuk memburu dan mencegat target sasaran yang terbang pada ketinggian menengah hingga tinggi.

Keterbatasan jangkauan pendahulunya dalam mengatasi ancaman di ketinggian rendah mendorong Biro Desain-1 (KB-1) merancang pertahanan S-125. Rudal ini difokuskan untuk mengunci sasaran yang terbang rendah dengan kelincahan serta sistem pemandu radar yang disesuaikan pada masa itu.

Keberadaan sistem pertahanan udara S-125 Neva/Pechora kemudian menjadi pelengkap penting bagi doktrin militer Uni Soviet. Keunggulannya dalam menangani sasaran jarak pendek hingga menengah menjadikannya salah satu persenjataan yang diekspor ke berbagai negara sekutu di seluruh dunia.

Peristiwa tertembaknya jet tempur F-117 Nighthawk oleh sistem S-125 menjadi perbincangan hangat dalam dunia militer global. Kejadian tersebut membuktikan bahwa jet tempur berbasis teknologi stealth atau siluman paling canggih sekalipun tetap memiliki celah dan dapat dilumpuhkan oleh rudal konvensional tua jika dipadukan dengan taktik radar yang tepat.

Hingga kini, kisah tumbangnya F-117 Nighthawk oleh rudal era 1960-an ini tetap dijadikan studi kasus penting dalam sejarah pertempuran udara modern. Keberhasilan S-125 Neva/Pechora menegaskan bahwa keunggulan teknologi canggih di udara tidak secara otomatis menjamin perlindungan mutlak dari sistem pertahanan darat.

Sumber: News – Detikcom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Teknologi

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan operator Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam menginput data pokok pendidikan (dapodik). Sebab, data itu menjadi rujukan untuk melakukan evaluasi, monitoring, dan panduan dalam mendampingi pada peserta didik di Sekolah Rakyat. Penekanan itu Gus Ipul sampaikan saat…

Teknologi

Status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali naik dari Level II (waspada) menjadi Level III (siaga). Kenaikan status tersebut berlaku mulai Jumat malam ini. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melakukan analisis dan evaluasi secara menyeluruh terhadap…

Teknologi

Pelita Air menyiapkan 10 penerbangan tambahan Jakarta-Lombok. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 9-11 Oktober 2026. Menjelang balapan MotoGP tersebut, sejumlah layanan disiapkan mulai dari tambahan penerbangan, pasokan energi,…

Teknologi

Menko Bahlil siap menjalankan amanah presiden demi mewujudkan kedaulatan energi. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mendorong Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi segera menetapkan target kerja, tenggat waktu, dan mekanisme koordinasi lintas kementerian. Langkah tersebut diperlukan agar pembentukan kementerian…