Ekonomi

Menpar Resmi Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027

×

Menpar Resmi Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027

Sebarkan artikel ini

Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 menjadi bagian dari perkembangan pariwisata. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meluncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 pada Hari Pariwisata Nasional sebagai referensi strategis bagi para pemangku kepentingan dalam membaca dinamika, menangkap peluang, mengantisipasi tantangan, serta menentukan arah pengembangan pariwisata menuju 2027. Widi mengatakan Hari Pariwisata Dunia tidak semata menjadi momentum perayaan, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan perjalanan sektor pariwisata sekaligus mempersiapkan langkah ke depan di tengah lanskap global yang terus berubah.

“Lanskap pariwisata global bergerak sangat dinamis. Mulai dari ketidakpastian geopolitik, tantangan iklim, hingga pesatnya perkembangan kecerdasan buatan membawa tantangan sekaligus peluang baru,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (28/9/2026). Di tengah berbagai dinamika tersebut, ucap Widi, pariwisata Indonesia terus menunjukkan kinerja positif.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 8,98 juta kunjungan atau tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Widi mengatakan capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat sektor pariwisata nasional. Namun, Widi mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak lekas berpuas diri.

"Daya saing yang tetap kuat perlu diikuti dengan upaya meningkatkan kualitas pertumbuhan pariwisata," ucap Widi. Widi berharap pertumbuhan pariwisata ke depan tidak hanya tercermin dari peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga dari pengalaman wisata yang semakin berkualitas, nilai tambah ekonomi yang lebih besar, serta manfaat yang semakin nyata bagi kesejahteraan masyarakat. “Menghadapi tahun depan, kita harus melangkah menuju pertumbuhan yang lebih kuat.

Untuk itu, Indonesia Tourism Outlook hadir sebagai kompas bersama dalam membaca perubahan, mengenali peluang, dan mengantisipasi risiko,” sambung Widi. Widi menyampaikan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 disusun dengan mempertimbangkan perspektif para ahli di bidang pariwisata melalui expert survey serta wawancara dengan pelaku usaha dan mitra yang terlibat dalam berbagai program unggulan Kementerian Pariwisata. Dia berharap pendekatan tersebut mampu mempertemukan perspektif kebijakan dengan perkembangan serta kebutuhan industri.

"Dengan demikian, Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 tidak hanya memotret kondisi pariwisata, tetapi juga memberikan gambaran mengenai peluang, tantangan, dan prioritas yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan pariwisata Indonesia ke depan," lanjut Widi. Ia menyampaikan kehadiran Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 juga diharapkan dapat memperkuat pijakan dalam perumusan kebijakan pemerintah, menjadi referensi strategis bagi pelaku industri pariwisata nasional, serta mempererat kolaborasi lintas sektor untuk membangun pariwisata Indonesia yang semakin tangguh, berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Widi menilai kolaborasi menjadi semakin penting karena keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan industri, akademisi, komunitas, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Kesamaan arah dan pemahaman terhadap perubahan menjadi modal untuk memastikan pariwisata mampu memberikan nilai yang lebih besar bagi Indonesia," kata Widi. Selasa , 29 Sep 2026, 07:56 WIB ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk, Optimalkan 26 Kapal dan Pola Operasi ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk, Optimalkan 26 Kapal dan Pola Operasi Senin , 28 Sep 2026, 23:20 WIB Menpar Resmi Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Senin , 28 Sep 2026, 23:04 WIB KAI Layani 258,99 Juta Pelanggan, Pendapatan Semester I 2026 Capai Rp18 Triliun Senin , 28 Sep 2026, 22:59 WIB BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh Sekitar 5,2—6 Persen di 2027 Senin , 28 Sep 2026, 22:38 WIB Grup Hotel Asal Tiongkok Perluas Bisnis ke Indonesia, Bidik Pasar Asia Tenggara Senin , 28 Sep 2026, 23:20 WIB Menpar Resmi Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Menpar Resmi Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Senin , 28 Sep 2026, 23:04 WIB KAI Layani 258,99 Juta Pelanggan, Pendapatan Semester I 2026 Capai Rp18 Triliun KAI Layani 258,99 Juta Pelanggan, Pendapatan Semester I 2026 Capai Rp18 Triliun Senin , 28 Sep 2026, 22:59 WIB BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh Sekitar 5,2—6 Persen di 2027 BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh Sekitar 5,2—6 Persen di 2027 Senin , 28 Sep 2026, 22:38 WIB Grup Hotel Asal Tiongkok Perluas Bisnis ke Indonesia, Bidik Pasar Asia Tenggara Grup Hotel Asal Tiongkok Perluas Bisnis ke Indonesia, Bidik Pasar Asia Tenggara\n\nBI memprediksi kondisi ekonomi global dan domestik tahun depan membaik. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mengalami peningkatan pada 2027 hingga mencapai 6 persen.

Proyeksi tersebut didorong oleh sektor investasi yang bakal digencarkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Nusantara) pada tahun depan. “Dari Bank Indonesia, kami perkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh di level 4,9-5,7 persen untuk tahun 2026, dan akan meningkat di level 5,2—6 persen di tahun 2027, dengan asumsi tentunya kita berharap kenaikan investasi swasta yang juga termasuk dalam hal ini adalah investasi dari Danantara,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (28/9/2026). Pertumbuhan Ekonomi pada Semester II 2026 Diproyeksikan Hanya Tumbuh 5,2 Persen PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia BYOND by BSI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Umat Lewat Infaq Rutin Destry menjelaskan, BI memprediksi kondisi ekonomi, baik global maupun domestik pada tahun depan akan membaik, setelah berhasil melewati tahun 2026 yang cenderung dipenuhi dengan tren higher for longer.

“Prospek ekonomi 2026 ini secara global memang agak gloomy (suram), namun demikian di 2027 diperkirakan akan akan perbaikan, dan juga dari beberapa lembaga internasional, termasuk kami juga melihat bahwa 2027 secara global akan lebih baik dibandingkan dengan posisi di 2026,” tuturnya. Destry menerangkan, mengenai tantangan dari ekonomi global, bahwa ada beberapa lingkungan strategis global maupun domestik memang akan mewarnai arah kebijakan BI ke depan. Diantaranya mengenai konflik geopolitik, yang mana diimbangi dengan adanya kebijakan moneter global yang ketat dan flight to quality, akan memengaruhi kinerja neraca pembayaran Indonesia, termasuk stabilitas nilai tukar.

Kondisi itu tak lain disebut dengan fenomena higher for longer, yang pada akhirnya memberikan tekanan kepada emerging market, termasuk Indonesia, khususnya mengenai aliran modal. Kemudian juga tantangan mengenai kenaikan harga minyak dunia yang bahkan kembali menembus level 100 dolar AS per barel. Juga tantangan tingginya inflasi global yang kemudian mendorong mengetatnya kebijakan moneter global.

Di samping itu, kebijakan suku bunga The Fed juga masih terus membayangi. Penguatan indeks dolar AS, imbas kebijakan tersebut, pada hilirnya akan menciptakan pelarian arus modal dari emerging market kepada developed countries, khususnya terhadap AS. “Dari sisi domestik, yang perlu kita waspadai dan menjadi dasar dari arah kebijakan kami ke depan adalah perlu didorong penguatan terhadap sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, di tengah risiko inflasi dan nilai tukar yang memang perlu kita waspadai,” tuturnya.

Oleh karena itu, BI merespons tantangan tersebut melalui bauran kebijakan yang adaptif dan terintegrasi, selaras dengan kerangka kebijakan moneter yang diarahkan untuk lebih pro-stability. Serta kebijakan lainnya yakni makroprudensial dan sistem pembayaran diarahkan untuk lebih mendorong pertumbuhan ekonomi (pro-growth). Selasa , 29 Sep 2026, 07:56 WIB ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk, Optimalkan 26 Kapal dan Pola Operasi ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk, Optimalkan 26 Kapal dan Pola Operasi Senin , 28 Sep 2026, 23:20 WIB Menpar Resmi Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Senin , 28 Sep 2026, 23:04 WIB KAI Layani 258,99 Juta Pelanggan, Pendapatan Semester I 2026 Capai Rp18 Triliun Senin , 28 Sep 2026, 22:59 WIB BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh Sekitar 5,2—6 Persen di 2027 Senin , 28 Sep 2026, 22:38 WIB Grup Hotel Asal Tiongkok Perluas Bisnis ke Indonesia, Bidik Pasar Asia Tenggara Senin , 28 Sep 2026, 23:20 WIB Menpar Resmi Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Menpar Resmi Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Senin , 28 Sep 2026, 23:04 WIB KAI Layani 258,99 Juta Pelanggan, Pendapatan Semester I 2026 Capai Rp18 Triliun KAI Layani 258,99 Juta Pelanggan, Pendapatan Semester I 2026 Capai Rp18 Triliun Senin , 28 Sep 2026, 22:59 WIB BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh Sekitar 5,2—6 Persen di 2027 BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh Sekitar 5,2—6 Persen di 2027 Senin , 28 Sep 2026, 22:38 WIB Grup Hotel Asal Tiongkok Perluas Bisnis ke Indonesia, Bidik Pasar Asia Tenggara Grup Hotel Asal Tiongkok Perluas Bisnis ke Indonesia, Bidik Pasar Asia Tenggara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *