Kriminal

Duga Kekerasan saat Ospek Akademi Pelayaran, Ibunda Mahasiswa Asal Lhokseumawe Desak Keadilan atas Kematian Anaknya

×

Duga Kekerasan saat Ospek Akademi Pelayaran, Ibunda Mahasiswa Asal Lhokseumawe Desak Keadilan atas Kematian Anaknya

Sebarkan artikel ini

Dugaan kasus kekerasan dalam kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus kembali menelan korban jiwa. Seorang mahasiswa program D-III Studi Nautika yang berasal dari Kota Lhokseumawe, Aceh, dilaporkan meninggal dunia secara mencurigakan ketika tengah mengikuti rangkaian kegiatan ospek di lembaga pendidikan pelayaran.

Kematian peserta didik perhubungan laut tersebut menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi pihak keluarga. Kecurigaan keluarga mencuat setelah ditemukannya sejumlah luka fisik yang tidak wajar pada jenazah almarhum sesaat sebelum dimakamkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi fisik almarhum menunjukkan tanda-tanda bekas kekerasan tumpul di beberapa titik vital. Pihak keluarga mendapati adanya luka memar yang cukup jelas di sekitar area mata, hidung, serta bagian leher korban.

Tidak hanya pada bagian wajah dan leher, luka memar juga ditemukan tersebar di anggota gerak tubuh serta bagian sensitif lainnya. Bekas kebiruan tersebut terlihat membekas di bagian lengan hingga merambat ke area perut almarhum, yang mengindikasikan adanya dugaan penganiayaan fisik secara berulang.

Melihat kondisi jenazah sang putra yang penuh dengan luka memar, ibunda korban menyampaikan jeritan hatinya dan secara tegas meminta keadilan kepada aparat penegak hukum. Pihak keluarga tidak dapat menerima kematian almarhum yang dinilai sangat mendadak dan tidak wajar selama proses kegiatan kampus tersebut.

Menindaklanjuti laporan serta kejanggalan pada kematian mahasiswa D-III Studi Nautika tersebut, aparat kepolisian kini secara resmi telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan mendalam. Pihak kepolisian mulai mengumpulkan bukti-bukti awal serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang terlibat dalam kegiatan ospek.

Proses penyelidikan polisi ditujukan untuk mengungkap kronologi sebenarnya di balik peristiwa merenggutnya nyawa mahasiswa asal Lhokseumawe ini. Jika terbukti ada unsur tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan dari senior maupun panitia orientasi, para pelaku dipastikan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden kekerasan yang berujung maut dalam lingkungan pendidikan vokasi dan pelayaran. Pihak keluarga beserta masyarakat luas kini menanti transparansi penuh dari kepolisian serta pengelola kampus untuk mengusut tuntas kasus ini hingga terang benderang demi menegakkan keadilan bagi almarhum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *